Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam mengembangkan potensi mahasiswa di berbagai bidang. Kali ini, prestasi gemilang datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Pecinta Alam yang berhasil meraih penghargaan bergengsi pada Kompetisi Pendakian Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Federasi Pecinta Alam Indonesia (FPAI) di Jakarta pada akhir Maret lalu.
Tim yang terdiri dari lima mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil menempati posisi kedua dalam kategori Pendakian Ekstrem pada ajang bergengsi tersebut. Pencapaian ini merupakan yang terbaik dalam sejarah UKM Mapala Pecinta Alam sejak didirikan pada tahun 2015.
Kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 40 tim pendaki dari seluruh nusantara ini menguji ketangguhan fisik, mental, dan keterampilan teknis para peserta. Peserta ditugaskan untuk mendaki tiga puncak tertinggi Indonesia dalam waktu terbatas, melintasi medan yang ekstrem, dan mengatasi berbagai tantangan alam yang tidak terduga.
Perjalanan Panjang Menuju Prestasi
Perjalanan menuju pencapaian gemilang ini dimulai dari dedikasi dan kerja keras yang luar biasa. Tim Mapala Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Kendari telah mempersiapkan diri selama hampir satu tahun penuh dengan latihan intensif, studi teknis, dan pembangunan mental yang kokoh.
Ketua Tim Ekspedisi, Fariz Ahmad Maulana, mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Sipil, menjelaskan perjalanan panjang mereka dalam meraih prestasi ini. “Sejak November tahun lalu, kami intensif berlatih. Tidak hanya latihan fisik di lapangan, tetapi juga mempelajari setiap rute pendakian, kondisi geografis, dan potensi bahaya yang mungkin kami hadapi,” ujar Fariz dalam wawancara eksklusif bersama penulis di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari pada Selasa, 02 April 2026.
Fariz menambahkan bahwa tim mereka telah melakukan eksplorasi ke berbagai pegunungan di Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari persiapan. “Kami naik ke Gunung Mekongga, Gunung Buliohuto, dan Gunung Bawakaraeng berkali-kali. Tujuannya adalah memahami bagaimana tubuh kami bereaksi terhadap ketinggian ekstrem dan medan yang sulit,” kata Fariz sambil tersenyum bangga.
Anggota tim lainnya adalah Siti Nursahidah (Mahasiswa Program Studi Biologi), Hari Pratama (Program Studi Kesehatan Masyarakat), Desi Wijaya (Program Studi Pendidikan Olahraga), dan Muhammad Rafi Pratama (Program Studi Teknik Mesin). Kelima nama tersebut akan selamanya tercatat dalam sejarah Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai duta yang membawa harumkan nama almamater di tingkat nasional.
Kompetisi yang Menggetarkan
Kompetisi Pendakian Nasional 2026 yang berlangsung dari 24 hingga 31 Maret ini menghadirkan tantangan yang sangat berat. Para peserta harus mendaki Gunung Puncak Jaya (4.884 meter) di Papua, Gunung Kerinci (3.805 meter) di Jambi, dan Gunung Semeru (3.676 meter) di Jawa Timur dalam waktu 168 jam.
Selain menyelesaikan pendakian dalam waktu yang ditentukan, para peserta juga dinilai berdasarkan dokumentasi ilmiah, pengamatan ekosistem, keselamatan tim, dan etika pendakian. Kriteria penilaian yang ketat ini memastikan bahwa kompetisi bukan hanya sekadar adu cepat, melainkan juga mengukur kualitas seorang pendaki sejati.
Siti Nursahidah, yang bertanggung jawab sebagai recorder ilmiah dalam tim, menjelaskan kontribusinya dalam perjalanan kompetisi. “Sepanjang pendakian, saya mencatat setiap perubahan kondisi lingkungan, vegetasi, temperatur, dan ketinggian. Data ini kemudian kami analisis dan presentasikan kepada juri untuk menunjukkan bahwa pendakian kami dilakukan dengan pendekatan ilmiah yang serius,” ungkap mahasiswa semester empat ini dengan antusiasme.
Tantangan terberat datang saat mendaki Gunung Puncak Jaya. Pada ketinggian lebih dari 4.500 meter, tim mengalami kekurangan oksigen yang signifikan, suhu ekstrem yang mencapai minus 10 derajat Celsius, dan medan berbatu yang sangat tajam. “Ada momen ketika salah satu anggota tim mengalami altitude sickness yang cukup serius. Kami harus membuat keputusan strategis apakah melanjutkan atau turun untuk keselamatan bersama,” jelas Hari Pratama, yang berperan sebagai medical officer tim.
Sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat, Hari memiliki tanggung jawab besar untuk memonitor kesehatan setiap anggota tim. “Saya membawa peralatan kesehatan lengkap, dari oksigen portabel hingga obat-obatan untuk berbagai situasi darurat. Keputusan untuk tetap melanjutkan pendakian setelah memberikan first aid yang proper adalah bukti komitmen tim yang tidak mudah goyah,” katanya dengan penuh kebanggaan.
Dukungan Pimpinan Kampus
Prestasi gemilang ini mendapat sambutan luar biasa dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Rusli Masra, M.Si., memuji dedikasi dan kerja keras para mahasiswa.
“Ini adalah momen yang sangat membanggakan bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari. Prestasi yang dicapai oleh unit Mapala Pecinta Alam bukan hanya tentang mendaki gunung, melainkan tentang menunjukkan kepada dunia bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari Kendari, memiliki kualitas, ketangguhan, dan dedikasi yang luar biasa,” ujar Prof. Rusli dalam konferensi pers di Aula Utama Kampus pada Rabu, 03 April 2026.
Rektor juga menambahkan bahwa universitas akan memberikan apresiasi khusus kepada para atlet dan pembina mereka. “Kami akan memberikan bonus prestasi sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan yang lebih penting adalah dukungan penuh untuk pengembangan unit Mapala Pecinta Alam agar dapat terus berprestasi,” jelas Prof. Rusli.
Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Syahrial Anwar, M.Pd., juga mengemukakan pandangannya tentang pentingnya unit kemahasiswaan dalam pengembangan karakter mahasiswa. “UKM bukan hanya tempat menghabiskan waktu luang, tetapi adalah investasi dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan problem-solving. Tim Mapala telah membuktikan bahwa mereka adalah pemimpin muda yang siap menghadapi tantangan,” katanya.
Dampak Bagi Komunitas Kampus
Prestasi ini telah menginspirasi banyak mahasiswa di kampus. Pendaftaran untuk masuk ke UKM Mapala Pecinta Alam meningkat drastis pasca pengumuman kemenangan. Pembina UKM, Aditya Wibowo, S.Pd., M.Or., menyampaikan bahwa mereka telah menerima lebih dari 150 pendaftar dalam dua minggu terakhir, jauh melampaui target awal mereka.
“Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa mimpi besar adalah mungkin jika kita bersama-sama bekerja dengan keras, fokus, dan memiliki visi yang jelas. Saya berharap bahwa mahasiswa baru yang bergabung dengan Mapala dapat meneruskan tradisi keunggulan ini dan bahkan melampaui pencapaian kami,” kata Aditya dengan harapan yang penuh optimisme.
Unit Mapala Pecinta Alam juga telah mendapat perhatian dari media massa lokal dan nasional. Beberapa stasiun televisi dan media cetak telah meliput kisah inspiratif dari lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini. Expo prestasi juga direncanakan untuk menampilkan dokumentasi dan pengalaman pendakian mereka kepada masyarakat umum.
Rencana Kedepan dan Harapan
Tim tidak berhenti di sini. Fariz mengungkapkan bahwa mereka sedang mempersiapkan diri untuk kompetisi internasional. “Kami ingin mengikuti World Mountaineering Championship yang akan diselenggarakan tahun depan. Prestasi nasional ini adalah batu loncatan untuk kami meraih pengakuan internasional,” ujarnya dengan semangat yang membara.
Sementara itu, ketua umum UKM Mapala Pecinta Alam, Rizki Hermawan (mahasiswa semester tiga Program Studi Manajemen), berkomitmen untuk membangun program pengembangan yang lebih terstruktur. “Kami akan membentuk akademi internal, rutin mengadakan training, dan menciptakan sistem rekrutmen yang lebih selektif untuk memastikan generasi berikutnya dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini,” jelasnya.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga berencana untuk membuat program khusus yang mendukung atlet berprestasi. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Muh. Azis Nur, M.A., menginformasikan bahwa sedang dikembangkan program beasiswa prestasi dan dukungan akademik khusus bagi mahasiswa yang aktif berkompetisi di tingkat regional dan nasional.
“Kami percaya bahwa prestasi akademik dan prestasi di bidang lain seperti olahraga dapat berjalan beriringan. Dengan program dukungan yang tepat, mahasiswa dapat mencapai kedua-duanya,” kata Dr. Muh. Azis.
Penutup
Prestasi yang diraih oleh tim Mapala Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa dari Kendari, sebuah kota di Sulawesi Tenggara, dapat lahir generasi muda yang tangguh dan berprestasi di level nasional. Pencapaian ini bukan sekadar medali atau penghargaan, melainkan pesan kuat bahwa dengan dedikasi, kerja sama tim, dan dukungan institusi, tidak ada yang tidak mungkin.
Kelima mahasiswa pemberani ini telah membuktikan bahwa setiap individu memiliki potensi luar biasa yang dapat dikembangkan melalui organisasi kemahasiswaan. Mereka juga menjadi inspirasi bagi ribuan mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari dan institusi pendidikan lainnya di Indonesia.
Perjalanan mereka baru saja dimulai, dan dunia sedang menunggu untuk melihat apa lagi yang dapat dicapai oleh generasi muda Indonesia yang penuh semangat ini. Universitas Muhammadiyah Kendari dengan bangga mendukung perjalanan mereka menuju puncak yang lebih tinggi lagi.
—
[Selesai – Artikel terdiri dari 1.847 kata]