KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Mapala Pecinta Alam (UKM Mapala) resmi meluncurkan program akademik terbaru yang menggabungkan kegiatan pendidikan outdoor dengan eksplorasi keanekaragaman hayati Sulawesi Tenggara. Peluncuran program yang diberi nama “Eksplorasi Ekosistem Nusantara untuk Pengembangan Akademik dan Karakter Mahasiswa” ini dilaksanakan pada hari Senin, 31 Maret 2026, bertempat di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari.
Program inovatif ini merupakan respons nyata dari institusi pendidikan terhadap kebutuhan pengembangan kurikulum yang lebih holistik dan berbasis experiential learning. Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, UKM Mapala Pecinta Alam berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang berkontribusi pada pembentukan karakter, pengetahuan ekologi, dan keterampilan kepemimpinan bagi generasi muda akademik.
Latar Belakang dan Visi Program
Sulawesi Tenggara, khususnya wilayah Kendari dan sekitarnya, memiliki kekayaan ekosistem yang luar biasa namun masih belum banyak dikaji secara mendalam oleh kalangan akademik lokal. Keputusan UKM Mapala Pecinta Alam untuk mengembangkan program eksplorasi ini didorong oleh kesadaran akan pentingnya dokumentasi dan studi lapangan terhadap potensi alam yang ada di lingkungan kampus.
“Kami menyadari bahwa mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki keuntungan geografis untuk mempelajari keanekaragaman hayati secara langsung. Namun, potensi ini belum dioptimalkan dengan baik dalam kurikulum akademik kami,” ujar Dr. Bambang Suryanto, S.E., M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya pada acara peluncuran program.
Rektor Suryanto menekankan bahwa program eksplorasi ekosistem ini selaras dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan lokal. “Melalui program ini, kami ingin mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendalami ilmu pengetahuan alam secara praktis,” tambahnya.
Struktur dan Mekanisme Pelaksanaan Program
Program “Eksplorasi Ekosistem Nusantara” dirancang dengan struktur yang komprehensif dan melibatkan berbagai tahapan pembelajaran. Menurut Ketua UKM Mapala Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Kendari, Muhammad Raffi Aditya, program ini akan dilaksanakan dalam beberapa fase strategis selama tahun akademik 2025/2026.
“Fase pertama kami fokus pada persiapan dan edukasi dasar tentang metodologi eksplorasi ekosistem. Para mahasiswa akan mengikuti workshop dan pelatihan teknis tentang cara melakukan observasi lapangan, dokumentasi, dan analisis data ekosistem,” jelas Raffi dalam wawancara khusus dengan wartawan kampus.
Fase kedua, melanjut Raffi, akan memasuki tahap eksplorasi lapangan yang sesungguhnya. “Kami telah mengidentifikasi lima lokasi utama di Sulawesi Tenggara yang akan menjadi area studi: Hutan Lindung Bukit Karya Agung, Kawasan Mangrove Pantai Kendari, Pegunungan Wawonii, Kawasan Pesisir Teluk Kendari, dan Taman Wisata Alam Kepulauan Tukang Besi,” ungkapnya.
Setiap lokasi dipilih dengan cermat karena memiliki karakteristik ekosistem yang unik dan beragam. Para mahasiswa akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang dipandu oleh dosen pembimbing dan mentor dari UKM Mapala yang telah tersertifikasi.
“Dalam fase ini, mahasiswa akan melakukan pengumpulan data primer, wawancara dengan masyarakat lokal, serta dokumentasi visual berupa fotografi dan videografi. Kami juga akan mengajak beberapa ahli dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara untuk memberikan arahan teknis,” jelasnya lebih lanjut.
Komitmen Akademik dan Kurikulum Terintegrasi
Aspek yang menarik dari program ini adalah integrasinya dengan kurikulum akademik formal. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyetujui untuk mengakui kegiatan eksplorasi ekosistem ini sebagai bagian dari mata kuliah pilihan “Ekologi Terapan dan Konservasi Lingkungan” serta “Metodologi Penelitian Lapangan” untuk mahasiswa tingkat lanjut dari berbagai program studi.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Ir. Siti Nursyah, M.Sc., menuturkan bahwa keputusan ini merupakan langkah progresif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di fakultasnya. “Tidak semua pendidikan dapat diberikan dalam ruang kelas. Eksplorasi lapangan memberikan pengalaman belajar yang tidak dapat digantikan oleh metode konvensional. Mahasiswa akan langsung melihat, merasakan, dan mengalami konsep-konsep yang telah dipelajari secara teoritis,” papar Dekan Siti dengan antusias.
Program akademik ini juga dirancang untuk menghasilkan karya ilmiah. Setiap kelompok eksplorasi diharuskan menghasilkan laporan penelitian yang komprehensif, minimal satu artikel populer untuk media kampus, dan bahan presentasi yang akan dipresentasikan dalam forum akademik kampus.
“Kami juga berencana untuk mengirimkan beberapa karya terbaik dari mahasiswa ke jurnal ilmiah regional bahkan nasional. Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk mempublikasikan karya mereka dan berkontribusi pada basis pengetahuan yang ada tentang ekosistem Sulawesi Tenggara,” ujar Dr. Nursyah.
Partisipasi Mahasiswa dan Antusiasme Akademik
Respons dari kalangan mahasiswa terhadap program baru ini sangat positif. Dalam sesi pendaftaran yang dibuka sebelum acara peluncuran resmi, lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai program studi telah mendaftar untuk mengikuti program eksplorasi ekosistem ini. Jumlah tersebut jauh melebihi kapasitas yang awalnya ditargetkan sebesar 80 hingga 100 mahasiswa.
“Minat yang tinggi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami memiliki kesadaran dan kepedulian yang baik terhadap lingkungan dan pembelajaran praktis,” tutur Muhammad Raffi Aditya, ketua UKM Mapala.
Salah satu mahasiswa yang telah mendaftar, Dini Puspitasari dari Program Studi Biologi, mengungkapkan motivasinya mengikuti program tersebut. “Saya merasa selama ini hanya belajar di kelas dan laboratorium. Kesempatan untuk langsung eksplorasi ekosistem nyata di Sulawesi Tenggara adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Apalagi, lokasi studi berada di sekitar rumah saya, jadi ini adalah cara yang tepat untuk berkontribusi pada lingkungan sendiri,” ujarnya dengan semangat.
Mahasiswa tingkat akhir Program Studi Geografi, Budi Hermawan, juga mengungkapkan harapannya. “Program ini sangat relevan dengan skripsi yang saya sedang kerjakan tentang perubahan penggunaan lahan di kawasan pesisir Kendari. Saya berharap dapat memanfaatkan eksplorasi ini untuk memperkaya data penelitian saya,” katanya.
Dukungan Institusional dan Sumber Daya
Keberhasilan program eksplorasi ekosistem ini juga didukung oleh komitmen institusional yang kuat. Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan lapangan, termasuk transportasi, akomodasi, perlengkapan eksplorasi, dan asuransi keselamatan bagi semua peserta.
Kepala Bagian Kemahasiswaan, Drs. Harjanto, M.M., menjelaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen universitas terhadap pengembangan potensi mahasiswa secara holistik. “Kami percaya bahwa investasi dalam program akademik inovatif seperti ini akan berdampak jangka panjang pada kualitas lulusan kami. Mahasiswa yang telah mengalami pembelajaran experiential seperti ini akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan masyarakat,” ujarnya.
Selain dukungan internal, UKM Mapala Pecinta Alam juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa institusi eksternal yang relevan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara, Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) telah memberikan dukungan berupa tenaga ahli, data ekosistem, dan akses ke lokasi-lokasi studi yang strategis.
Manfaat dan Dampak Jangka Panjang
Program “Eksplorasi Ekosistem Nusantara” diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan baik bagi mahasiswa, universitas, maupun masyarakat luas. Dari perspektif pendidikan, program ini akan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang konsep-konsep ekologi dan konservasi secara praktis, bukan hanya teoretis.
“Ketika mahasiswa melihat langsung penurunan kualitas mangrove atau perubahan komposisi spesies di suatu kawasan, pemahaman mereka tentang pentingnya konservasi akan menjadi lebih mendalam dan personal,” jelas Dr. Bambang Suryanto, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dari perspektif pengembangan karakter, program ini akan membekali mahasiswa dengan keterampilan kepemimpinan, kerjasama tim, problem-solving, dan adaptasi terhadap lingkungan yang berbeda. Pengalaman di lapangan yang menantang akan membentuk ketangguhan dan resiliensi mahasiswa.
Sementara itu, dari perspektif kontribusi sosial, diharapkan program ini akan menghasilkan rekomendasi dan saran yang bermanfaat bagi pengambil kebijakan dan masyarakat lokal terkait pengelolaan dan konservasi ekosistem di Sulawesi Tenggara.
“Dalam jangka panjang, kami berharap program ini dapat menjadi model pembelajaran yang dapat diterapkan di universitas-universitas lain, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang kaya dengan ekosistem alam,” tambah Rektor Suryanto dengan optimis.
Kesimpulan dan Prospek Ke Depan
Peluncuran program “Eksplorasi Ekosistem Nusantara untuk Pengembangan Akademik dan Karakter Mahasiswa” oleh Unit Mapala Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Kendari menandai langkah maju dalam implementasi pendidikan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan lokal. Program ini menggabungkan dengan sempurna antara tuntutan akademik formal dengan pengalaman pembelajaran praktis yang bermakna.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dosen pembimbing, institusi eksternal, dan minat tinggi dari kalangan mahasiswa, program ini memiliki prospek yang cerah untuk menjadi kegiatan akademik unggulan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Para pemimpin universitas dan ketua UKM Mapala telah menetapkan target bahwa pada tahun-tahun mendatang, program ini tidak hanya akan terus dilanjutkan tetapi juga akan diperluas dengan menambahkan lokasi studi baru dan melibatkan lebih banyak mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari kini memiliki kesempatan emas untuk tidak hanya menjadi penonton keanekaragaman hayati Sulawesi Tenggara, melainkan menjadi peneliti, dokumenter, dan agen konservasi yang aktif berkontribusi pada pemahaman dan pelestarian ekosistem alam Indonesia. Semoga program ini berjalan sukses dan menjadi model pembelajaran yang menginspirasi institusi pendidikan lainnya.
(RED)
—
Catatan Editor: Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari acara peluncuran program resmi Unit Mapala Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Kendari yang diselenggarakan pada 31 Maret 2026. Redaksi berterima kasih kepada pihak Rektorat, Dekanat, dan Unit Mapala atas informasi dan kerjasamanya.