KENDARI – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pengembangan sumber daya manusia, Unit Mapala Pecinta Alam (UKM Mapala) Universitas Muhammadiyah Kendari resmi menjalin kerjasama strategis dengan dua perusahaan besar di sektor industri ekstraktif dan pariwisata. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan pada Selasa, 08 April 2026, di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari, menandai babak baru dalam integrasi pendidikan, industri, dan konservasi alam.
Kerjasama melibatkan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN), perusahaan pertambangan logam dasar berskala besar yang beroperasi di kawasan Sulawesi Tenggara, serta Yayasan Ekowisata Konawe, operator utama destinasi wisata alam yang tersebar di berbagai titik di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kedua institusi ini dipilih berdasarkan visi bersama untuk mengintegrasikan praktik pertambangan berkelanjutan dengan upaya konservasi lingkungan yang melibatkan generasi muda akademis.
LATAR BELAKANG STRATEGIS
Unit Mapala Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Kendari, yang didirikan pada tahun 2008, telah menjadi salah satu organisasi mahasiswa paling aktif dalam kegiatan eksplorasi alam, penelitian lingkungan, dan edukasi konservasi di kawasan Sulawesi Tenggara. Dengan lebih dari 150 anggota aktif dari berbagai jurusan, organisasi ini telah menyelenggarakan puluhan ekspedisi ilmiah, pelatihan survival, dan program edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem.
Namun, dalam dekade terakhir, dinamika industri ekstraktif di Sulawesi Tenggara telah menciptakan tantangan kompleks. Di satu sisi, sektor pertambangan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal dan nasional. Di sisi lain, potensi dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan menuntut pendekatan yang lebih terukur dan berkelanjutan. Itulah mengapa kerjasama ini dianggap strategis oleh pihak universitas.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Bambang Setiawan, M.Si., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi konkret dari misi universitas untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran kritis terhadap isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa perguruan tinggi harus menjadi jembatan antara kepentingan akademis, kebutuhan industri, dan tanggung jawab sosial lingkungan. Melalui Unit Mapala, mahasiswa kami akan mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek konservasi yang didukung oleh perusahaan industri terkemuka. Ini adalah pembelajaran experiential yang tidak bisa didapatkan hanya dari ruang kelas,” ujar Prof. Bambang dalam kesempatan penandatanganan MoU.
DETAIL KERJASAMA DAN PROGRAM OPERASIONAL
Berdasarkan dokumen MoU yang ditandatangani, kerjasama ini mencakup lima pilar utama: penelitian lingkungan bersama, pengembangan program magang dan pelatihan profesional, konservasi keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pengembangan infrastruktur lapangan untuk aktivitas eksplorasi dan penelitian.
Pada pilar pertama, PT Sumber Mineral Nusantara berkomitmen untuk mendukung penelitian mahasiswa di bidang reklamasi lahan bekas tambang, remediasi limbah industri, dan monitoring kualitas air serta udara di sekitar area operasional. Program ini akan melibatkan minimal 20 mahasiswa per tahun akademik, dengan masing-masing mendapatkan beasiswa penelitian sebesar 10 juta rupiah.
“Kami sangat yakin bahwa kolaborasi dengan akademisi muda di Universitas Muhammadiyah Kendari akan membawa perspektif segar dalam upaya kami mencapai standar pertambangan berkelanjutan. Mahasiswa memiliki idealisme tinggi dan sering mengajukan pertanyaan kritis yang membantu kami melihat blind spot dalam operasional kami,” ungkap Direktur Operasional PT SMN, Ir. Hendra Prabowo, pada acara yang sama.
Untuk pilar kedua, kedua mitra industri akan membuka kesempatan magang bagi minimal 30 mahasiswa per tahun, dengan penempatan di berbagai departemen mulai dari lapangan operasional hingga divisi lingkungan dan keberlanjutan. Selain itu, perusahaan akan menyelenggarakan workshop bulanan tentang praktik penambangan berkelanjutan, manajemen lingkungan, dan analisis risiko ekologis.
Pilar ketiga fokus pada konservasi keanekaragaman hayati di kawasan yang terdampak maupun sekitarnya. Unit Mapala akan memimpin inisiatif penanaman pohon ribuan tanaman pohon endemik Sulawesi di area reklamasi lahan bekas tambang. Target ambisius ditetapkan: 50.000 pohon dalam tiga tahun ke depan. Yayasan Ekowisata Konawe akan menyediakan bibit unggul dan teknis penanaman, sementara PT SMN menyediakan lahan dan dana operasional.
“Dalam konteks pariwisata berkelanjutan, kami melihat peluang luar biasa untuk menciptakan destinasi edukasi lingkungan yang menggabungkan keindahan alam Sulawesi Tenggara dengan pemahaman mendalam tentang tantangan konservasi. Unit Mapala adalah aktor sempurna untuk memimpin inisiatif ini,” jelas Direktur Eksekutif Yayasan Ekowisata Konawe, Siti Rahayu, S.E., M.B.A.
Pilar keempat melibatkan program pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar area operasional tambang dan kawasan wisata. Mahasiswa Unit Mapala akan memfasilitasi pelatihan kepada komunitas tentang ekoturisme, pertanian berkelanjutan, dan pengolahan limbah organik. Dana untuk pilar ini dijanjikan sebesar 500 juta rupiah per tahun dari kedua mitra industri.
Terakhir, pilar kelima mengalokasikan investasi untuk pengembangan infrastruktur lapangan, termasuk pembangunan base camp penelitian di dua lokasi strategis di Sulawesi Tenggara (satu di kawasan Konawe Selatan dan satu di Bombana), serta pengadaan peralatan penelitian lingkungan senilai 2 miliar rupiah.
RESPONS DAN ANTUSIASME KAMPUS
Ketua Unit Mapala Pecinta Alam 2025-2026, Muh. Rizki Pratama, mahasiswa tingkat akhir dari Jurusan Biologi, mengungkapkan kegembiraan organisasinya atas inisiatif kerjasama ini. Rizki mengatakan bahwa banyak anggota Unit Mapala yang selama ini hanya bisa menjalankan eksplorasi dengan keterbatasan dana dan infrastruktur.
“Ini adalah momen bersejarah bagi Unit Mapala. Selama ini, kami melakukan kegiatan atas dasar volunterisme murni, dengan keterbatasan dana yang cukup signifikan. Kerjasama ini membuka peluang untuk mentransformasi aktivitas kami menjadi penelitian yang lebih terstruktur, berdampak, dan diakui secara akademis. Banyak anggota kami yang excited untuk terlibat dalam program magang dan penelitian yang ditawarkan,” ujar Rizki dengan antusiasme.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Mahasiswa, Dr. H. Syaiful Bahri, M.Pd., menambahkan bahwa kerjasama ini sejalan dengan roadmap pengembangan kurikulum universitas yang semakin mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek dan industri. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, tidak peduli disiplin ilmunya, memiliki pemahaman mendalam tentang sustainability issues yang relevan dengan konteks lokal. Unit Mapala menjadi salah satu medium terbaik untuk mencapai tujuan ini,” jelas Dr. Syaiful.
DAMPAK DAN PROYEKSI JANGKA PANJANG
Analisis awal menunjukkan bahwa kerjasama strategis ini memiliki potensi dampak multi-dimensi. Pertama, dari perspektif akademis, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan belajar yang lebih konkret tentang prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, tidak hanya secara teoritis tetapi melalui pengalaman langsung di lapangan. Kedua, dari perspektif industri, kolaborasi dengan akademisi akan membantu perusahaan mengidentifikasi solusi inovatif untuk tantangan lingkungan mereka dan meningkatkan reputasi corporate social responsibility (CSR) mereka.
Ketiga, dari perspektif lingkungan, inisiatif konservasi yang terstruktur diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian ekosistem Sulawesi Tenggara yang kaya akan keanekaragaman hayati endemik. Keempat, dari perspektif ekonomi lokal, program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekowisata dapat membuka peluang ekonomi alternatif yang berkelanjutan bagi komunitas lokal.
Dr. Bambang Setiawan, yang juga memiliki latar belakang penelitian lingkungan, memberikan perspektif optimis tentang keberlanjutan kerjasama ini. “Kami telah melihat berbagai contoh kerjasama universitas-industri di berbagai negara yang berhasil menciptakan ekosistem inovasi. Kunci kesuksesannya adalah adanya keselarasan nilai dan tujuan jangka panjang. Dalam hal ini, semua pihak – universitas, perusahaan, dan organisasi lingkungan – memiliki komitmen yang sama terhadap pembangunan berkelanjutan. Saya yakin kerjasama ini akan berlangsung dan berkembang dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT SMN juga menyinggung rencana ekspansi program ini ke universitas dan unit mahasiswa lain di Sulawesi Tenggara. “Kami berpikir tentang skalabilitas. Jika model kerjasama ini berhasil di Universitas Muhammadiyah Kendari, kami ingin mereplikasinya dengan institusi pendidikan lain. Visi kami adalah membangun jaringan akademisi-industri yang solid untuk mendorong praktik pertambangan berkelanjutan di seluruh wilayah,” ungkapnya.
PENUTUP
Penandatanganan MoU antara Unit Mapala Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Kendari, PT Sumber Mineral Nusantara, dan Yayasan Ekowisata Konawe pada 08 April 2026, menandai langkah progresif dalam integrasi pendidikan tinggi, industri, dan konservasi lingkungan di Sulawesi Tenggara. Kerjasama ini bukan hanya tentang transfer dana atau akses ke peluang magang, tetapi representasi dari sebuah visi bersama untuk menciptakan generasi pemimpin yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran dan komitmen tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan dan pembangunan yang bertanggung jawab secara sosial.
Dengan alokasi dana lebih dari 3 miliar rupiah dalam tiga tahun pertama, infrastruktur yang akan dibangun, dan ribuan pohon yang akan ditanam, kerjasama ini memiliki potensi untuk meninggalkan warisan nyata bagi generasi mendatang – baik dalam bentuk ekosistem yang lebih sehat maupun sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Unit Mapala Pecinta Alam telah membuka registrasi bagi mahasiswa yang tertarik untuk bergabung dengan program penelitian dan magang. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kantor Unit Mapala di Gedung Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari atau kontak langsung kepada ketua Unit Mapala di nomor 082xxxxxxxx.