KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Pecinta Alam secara resmi meluncurkan program unggulan baru bertajuk “Ekspedisi Akademik Lintas Pulau 2026” pada Rabu, 16 April 2026. Program inovatif ini dirancang sebagai bentuk integrasi pembelajaran akademik dengan pengalaman praktis lapangan dalam konteks pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di Sulawesi Tenggara.
Acara peluncuran digelar di Aula Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari dengan menghadirkan para pemimpin institusi, dosen pembimbing, ketua UKM, serta ratusan mahasiswa yang tertarik mengikuti program. Inisiatif ini merupakan respons konkret terhadap urgensi pendidikan lingkungan di tingkat pendidikan tinggi dan komitmen universitas dalam menghasilkan lulusan yang berpengetahuan luas sekaligus peduli terhadap isu-isu keberlanjutan.
Latar Belakang dan Visi Program
Unit Mapala Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Kendari telah beroperasi selama kurang lebih 12 tahun dan telah membangun reputasi solid dalam menyelenggarakan kegiatan outdoor education. Namun, menurut penjelasan dari para pengurus, program-program sebelumnya lebih bersifat rekreatif dan pembangunan karakter personal. Kali ini, mereka menghadirkan dimensi akademik yang lebih mendalam dan terstruktur.
“Kami melihat ada kesenjangan antara pembelajaran teori di kelas dengan pemahaman praktis tentang kondisi ekosistem di sekitar Sulawesi Tenggara,” ujar Rina Wijaya, Ketua Unit Mapala Pecinta Alam Unismuh Kendari, dalam sambutan pembukaan acara. “Ekspedisi Akademik Lintas Pulau adalah jembatan untuk menghubungkan dua aspek pembelajaran tersebut secara integral dan berkelanjutan.”
Program ini akan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Teknik Lingkungan, Biologi, Pendidikan Fisika, Akuntansi, dan Administrasi Publik. Pendekatan lintas disiplin ilmu ini diharapkan dapat menghadirkan perspektif yang holistik dalam memahami permasalahan lingkungan yang kompleks.
Mekanisme dan Rencana Pelaksanaan
Ekspedisi Akademik Lintas Pulau akan dilaksanakan dalam empat fase utama selama 12 bulan ke depan. Fase pertama adalah persiapan dan pembekalan pengetahuan (April-Mei 2026), yang meliputi serangkaian workshop, seminar, dan pelatihan teknis tentang metodologi penelitian lapangan dan konservasi lingkungan.
Fase kedua adalah ekspedisi ke Taman Nasional Wakatobi (Juni-Juli 2026), salah satu destinasi konservasi laut terpenting di Indonesia. Mahasiswa akan melakukan observasi langsung terhadap ekosistem terumbu karang, mendokumentasikan keanekaragaman hayati, dan berinteraksi dengan komunitas nelayan lokal untuk memahami dinamika sosial-ekonomi masyarakat pesisir.
Fase ketiga adalah ekspedisi darat ke hutan tropis Bukit Sampela dan kawasan Sulawesi Tenggara bagian utara (Agustus-September 2026). Dalam fase ini, peserta akan melakukan survei biodiversity, mapping ekosistem hutan, dan pendampingan terhadap upaya reboisasi bersama pemerintah daerah dan organisasi lingkungan lokal.
Terakhir, fase keempat adalah dokumentasi hasil dan disseminasi pengetahuan (Oktober-Desember 2026) melalui penulisan paper ilmiah, pembuatan dokumenter video, pameran fotografi, dan seminar akademik terbuka untuk publik umum.
Dukungan Institusional dan Akademik
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Salahudin Harahap, M.Sc., memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini dalam sambutannya di acara peluncuran. Beliau menekankan pentingnya pembelajaran experiential bagi pengembangan kompetensi mahasiswa di era modern ini.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk tidak hanya menghasilkan sarjana yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki kepedulian sosial-lingkungan yang tinggi,” ungkap Prof. Salahudin. “Program Ekspedisi Akademik Lintas Pulau ini adalah manifestasi konkret dari komitmen tersebut dan sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang mengutamakan amal usaha nyata untuk kemaslahatan umat.”
Prof. Salahudin juga mengumumkan bahwa universitas telah mengalokasikan dana khusus sebesar Rp 850 juta untuk mendukung operasional program dalam tahun pertama, mencakup pembiayaan transportasi, akomodasi, peralatan penelitian, dan honorarium untuk dosen pembimbing lapangan.
Sementara itu, Dr. Hasnah Salim, M.Pd., Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, menjelaskan bahwa program ini juga akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kurikulum berbasis kompetensi di universitas.
“Kami akan mendokumentasikan setiap pembelajaran dari ekspedisi ini dan mengintegrasikannya ke dalam silabus mata kuliah yang relevan,” jelas Dr. Hasnah. “Dengan cara ini, pengalaman mahasiswa di lapangan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi ribuan mahasiswa lainnya di tahun-tahun mendatang.”
Keterlibatan Dosen dan Peneliti
Program ini melibatkan kolaborasi lintas departemen dengan sedikitnya 15 dosen dari berbagai bidang keahlian. Dr. Bambang Setiawan, dosen Teknik Lingkungan, akan memimpin riset tentang kualitas air dan dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem akuatik. Sementara itu, Prof. Siti Nurhasanah dari Departemen Biologi akan memfokuskan pada dokumentasi flora dan fauna endemik Sulawesi Tenggara.
“Data yang kami kumpulkan akan berkontribusi pada knowledge base tentang keanekaragaman hayati di region ini yang masih relatif kurang terdokumentasi dengan baik,” kata Dr. Bambang dalam wawancara seusai acara peluncuran. “Selain itu, hasil penelitian ini akan kami publikasikan di jurnal internasional, sehingga universitas juga mendapat visibilitas akademik yang lebih baik di panggung global.”
Para dosen juga akan bertindak sebagai mentor akademik yang membimbing mahasiswa dalam proses penelitian, analisis data, dan penulisan laporan ilmiah. Setiap mahasiswa peserta program akan diharuskan menghasilkan minimal satu paper atau karya tulis ilmiah yang berkualitas sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.
Partisipasi Mahasiswa dan Kriteria Seleksi
Respons dari mahasiswa terhadap program ini sangat antusias. Pada hari peluncuran saja, lebih dari 200 mahasiswa telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program, padahal kuota yang disediakan untuk tahun pertama hanya 120 peserta. Ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap pembelajaran experiential yang menggabungkan petualangan dengan tujuan akademik dan sosial.
Kriteria seleksi peserta mencakup beberapa aspek. Pertama, mahasiswa harus memiliki minimal IPK 2.75 untuk memastikan kemampuan akademik yang cukup. Kedua, peserta harus dalam kondisi kesehatan fisik yang baik dan mampu mengikuti aktivitas outdoor yang demanding. Ketiga, peserta diharapkan memiliki motivasi kuat untuk belajar tentang lingkungan dan berkontribusi pada konservasi.
Selain itu, universitas juga menyediakan sistem beasiswa khusus bagi mahasiswa berprestasi namun kurang mampu secara finansial untuk dapat mengikuti program tanpa beban finansial yang berat. Mekanisme ini sejalan dengan nilai-nilai sosial Muhammadiyah yang mengutamakan inklusi dan tidak membiarkan kesenjangan ekonomi menjadi hambatan akses pendidikan.
Kemitraan dengan Lembaga Eksternal
Program ini juga didukung oleh berbagai lembaga eksternal yang relevan. Badan Konservasi Taman Nasional Wakatobi, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kendari, serta beberapa organisasi non-pemerintah lokal seperti Yayasan Konservasi Laut Indonesia Sulawesi Tenggara telah menjalin memorandum of understanding dengan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mendukung kelancaran program.
“Kami sangat senang melihat institusi pendidikan tinggi mengambil peran aktif dalam pengayaan sumber daya manusia yang peduli lingkungan,” ujar Budi Santoso, Kepala Seksi Konservasi Taman Nasional Wakatobi, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh wakilnya. “Kami siap memberikan akses penuh kepada mahasiswa dan dosen untuk melakukan riset dan pembelajaran di wilayah yang kami kelola.”
Kemitraan ini menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih luas, di mana mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen di kampus, tetapi juga dari praktisi lapangan dan pemimpin komunitas lokal yang memiliki pengalaman dan insight berharga tentang isu-isu konservasi.
Dampak Jangka Panjang dan Harapan
Dengan diluncurkannya program Ekspedisi Akademik Lintas Pulau ini, diharapkan akan terjadi beberapa dampak positif. Pertama, peningkatan kualitas pembelajaran mahasiswa melalui pendekatan experiential yang terbukti lebih efektif dalam membangun pemahaman mendalam dan jangka panjang. Kedua, peningkatan kontribusi akademik universitas terhadap pemecahan masalah lingkungan lokal dan regional melalui penelitian yang aplikatif dan relevan.
Ketiga, pembentukan generasi pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan. Keempat, penguatan positioning Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
Rina Wijaya, ketua UKM Mapala, mengungkapkan harapan jangka panjangnya: “Kami bermimpi bahwa dalam lima tahun ke depan, program ini akan menjadi flagship project universitas yang dikenal tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Kami ingin membuktikan bahwa pendidikan tinggi di daerah mampu berkontribusi signifikan pada pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.”
Kesimpulan
Peluncuran Ekspedisi Akademik Lintas Pulau oleh Unit Mapala Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Kendari pada 16 April 2026 menandai era baru dalam penyelenggaraan pembelajaran di kampus ini. Program yang menggabungkan rigor akademik dengan experiential learning ini diharapkan akan menciptakan impact positif yang berkelanjutan, baik bagi perkembangan mahasiswa secara personal maupun bagi kontribusi universitas terhadap penyelamatan lingkungan di Sulawesi Tenggara.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, komitmen dosen-dosen, antusiasme mahasiswa, dan kemitraan strategis dengan berbagai lembaga, program ini memiliki potensi besar untuk menjadi model pembelajaran inovatif yang dapat ditiru oleh institusi pendidikan lainnya di Indonesia.
Mahasiswa dan dosen yang terlibat siap memulai perjalanan akademik yang menantang namun bermakna ini dalam waktu dekat, dengan harapan bahwa setiap langkah mereka akan membawa dampak positif bagi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
—
Penulis: Tim Berita Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Editor: Hendra Putra, M.Kom.
Tanggal Publikasi: 16 April 2026